Hobi Bola – Persib Bandung kembali menegaskan dominasinya atas rival klasik Persija Jakarta pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 di bawah arahan pelatih Bojan Hodak. Bermain di kandang sendiri, Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Persib menang tipis 1-0 dalam laga yang berlangsung penuh tensi dan emosi. Kemenangan ini terasa istimewa karena diraih melalui racikan strategi Bojan Hodak, dalam atmosfer tekanan tinggi yang menyerupai pertandingan penentuan gelar.
Gol cepat yang dicetak pada awal laga menjadi kunci hasil akhir. Meski skor terlihat minimal, maknanya sangat besar bagi Maung Bandung. Selain memperpanjang catatan positif atas musuh bebuyutan, hasil ini juga memastikan Persib menutup paruh musim sebagai pemuncak klasemen, sebuah pencapaian penting dalam perjalanan panjang kompetisi.
Gol Cepat yang Mengubah Dinamika Pertandingan
Gol semata wayang Persib lahir dari aksi cepat dan efektif di menit-menit awal. Nama Beckham Putra Nugraha kembali menjadi sorotan setelah sukses memanfaatkan peluang dan menaklukkan kiper Persija. Gol tersebut tidak hanya memberikan keunggulan skor, tetapi juga mengubah ritme permainan secara keseluruhan.
Setelah gol tercipta, pertandingan berjalan lebih ketat. Persija mencoba mengambil alih penguasaan bola dan meningkatkan intensitas serangan. Sementara itu, Persib memilih pendekatan lebih disiplin dengan menjaga organisasi pertahanan dan memanfaatkan transisi cepat. Situasi ini membuat laga berjalan keras, minim peluang bersih, dan penuh duel di berbagai sektor lapangan.

Mentalitas dan Fokus Pemain Jadi Pembeda
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menilai kemenangan ini lahir dari kekuatan mental para pemainnya. Dalam laga berintensitas tinggi seperti ini, fokus dan ketenangan menjadi faktor krusial yang menentukan hasil akhir. Hodak menyebut atmosfer pertandingan membuat kedua tim sama-sama berhati-hati dan sulit mengembangkan permainan terbuka.
Ia mengakui bahwa sejak awal sudah memprediksi laga tidak akan menghadirkan banyak peluang. Tekanan dari suporter, rivalitas panjang, serta posisi klasemen membuat setiap kesalahan bisa berakibat fatal. Dalam kondisi tersebut, Persib dinilai mampu mengelola emosi dan tetap berpegang pada rencana permainan yang telah disiapkan.
Tekanan Persija dan Disiplin Bertahan Persib
Meski unggul lebih dulu, Persib tidak sepenuhnya mendominasi jalannya laga. Persija beberapa kali tampil menekan dan berupaya memaksa kesalahan dari lini belakang tuan rumah. Penguasaan bola tim tamu meningkat seiring berjalannya waktu, terutama pada babak kedua ketika intensitas permainan semakin meninggi.
Namun, disiplin menjadi kunci Persib menjaga keunggulan. Lini pertahanan tampil solid dalam menghalau berbagai upaya serangan, sementara penjaga gawang mampu menjaga konsentrasi hingga peluit akhir. Efektivitas dalam bertahan inilah yang membuat keunggulan satu gol tetap terjaga meski Persib sempat berada di bawah tekanan.
Simak Juga : Persita Tangerang Menjaga Momentum Positif di Kandang
Apresiasi Khusus untuk Beckham Putra
Dalam pernyataannya seusai laga, Bojan Hodak secara khusus memberikan pujian kepada Beckham Putra. Bagi Hodak, gol yang dicetak pemain muda tersebut memiliki nilai strategis dan emosional. Mencetak gol penentu dalam laga sebesar ini menunjukkan keberanian serta kematangan yang terus berkembang dalam diri Beckham.

Hodak juga menegaskan bahwa tim sebenarnya berusaha menambah gol untuk mengamankan pertandingan lebih awal. Namun, dalam laga seketat ini, mempertahankan keunggulan juga merupakan bagian dari strategi yang realistis. Ia menyebut rasa puasnya bukan hanya karena hasil akhir, tetapi juga karena kerja keras dan komitmen seluruh pemain di lapangan.
Dampak Kemenangan terhadap Klasemen
Tambahan tiga poin dari laga klasik ini membuat Persib mengoleksi 38 poin dan memastikan diri berada di puncak klasemen hingga paruh musim berakhir. Posisi tersebut memberi keuntungan psikologis sekaligus kepercayaan diri tinggi untuk menatap putaran kedua kompetisi. Konsistensi menjadi tantangan berikutnya bagi skuad asuhan Bojan Hodak.
Di sisi lain, hasil ini memaksa Persija turun peringkat dan harus segera berbenah untuk menjaga peluang dalam persaingan papan atas. Rivalitas mungkin berakhir selama 90 menit, tetapi dampaknya terasa panjang dalam perjalanan musim. Bagi Persib, kemenangan ini ibarat memenangi laga final, sebuah simbol kekuatan mental dan ambisi besar dalam perburuan gelar musim ini.










