Hobi Bola – Pertandingan antara Inter Milan dan Atalanta BC pada pekan ke-29 Serie A musim 2025/2026 berakhir tanpa pemenang setelah kedua tim bermain imbang 1-1. Duel yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza tersebut berlangsung dengan tensi tinggi dan dipenuhi drama hingga menit-menit akhir pertandingan. Hasil ini membuat Inter harus puas berbagi angka meski sempat memimpin pertandingan lebih dulu.
Sejak awal pertandingan dimulai, Inter menunjukkan dominasi yang cukup jelas. Bermain di hadapan pendukung sendiri membuat skuad Nerazzurri tampil penuh percaya diri dengan menguasai jalannya permainan. Mereka terus menekan pertahanan Atalanta melalui kombinasi serangan cepat dan penguasaan bola yang solid di lini tengah.
Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-26 ketika pemain muda berbakat Francesco Pio Esposito berhasil memanfaatkan peluang di depan gawang. Gol tersebut membuat Inter unggul 1-0 dan mengangkat semangat para pemain tuan rumah. Keunggulan tipis tersebut mampu dipertahankan hingga babak pertama berakhir, membuat Inter memasuki ruang ganti dengan posisi lebih nyaman.
Namun pertandingan belum sepenuhnya berpihak kepada tuan rumah. Atalanta tetap menunjukkan perlawanan sengit dan mencoba mencari celah untuk menyamakan kedudukan. Babak kedua pun berjalan lebih terbuka karena kedua tim meningkatkan intensitas serangan.
Gol Penyeimbang Atalanta Mengubah Jalannya Laga
Memasuki babak kedua, permainan menjadi lebih dinamis karena Atalanta mulai berani keluar menyerang. Pelatih tim tamu melakukan beberapa perubahan strategi dengan memasukkan pemain baru untuk menambah kekuatan di lini depan. Pergantian tersebut memberikan dampak signifikan terhadap pola permainan Atalanta yang menjadi lebih agresif dan berani menekan pertahanan Inter.
Inter sebenarnya masih mampu menjaga kontrol permainan di beberapa momen, tetapi tekanan yang terus diberikan Atalanta perlahan mulai merepotkan lini belakang tuan rumah. Serangan demi serangan membuat pertahanan Inter harus bekerja lebih keras untuk menjaga keunggulan yang sudah mereka raih sejak babak pertama.
Momen penting akhirnya terjadi pada menit ke-82. Kerja sama apik antara Kamaldeen Sulemana dan Nikola Krstovic berhasil menembus pertahanan Inter. Sulemana berhasil membawa bola ke area berbahaya sebelum akhirnya peluang tersebut diselesaikan dengan baik oleh Krstovic. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 1-1 dan menghidupkan kembali harapan Atalanta untuk membawa pulang poin dari markas Inter.
Gol penyama kedudukan ini membuat suasana pertandingan semakin memanas. Para pemain Inter berusaha kembali menekan untuk mencetak gol kemenangan, sementara Atalanta mulai bermain lebih disiplin untuk mempertahankan hasil imbang yang mereka dapatkan di menit akhir pertandingan.
Simak Juga : Kenan Yildiz Buktikan Peran Penting dalam Kebangkitan Juventus
Kontroversi Gol Krstovic dan Protes Keras Cristian Chivu
Gol yang dicetak oleh Nikola Krstovic tidak hanya mengubah skor pertandingan, tetapi juga memicu kontroversi besar di lapangan. Beberapa pemain Inter menilai bahwa proses terciptanya gol tersebut diawali dengan pelanggaran yang seharusnya dihentikan oleh wasit.
Insiden bermula ketika terjadi kontak fisik antara Denzel Dumfries dan Kamaldeen Sulemana saat proses serangan berlangsung. Benturan tersebut membuat Dumfries terjatuh di lapangan, sementara Sulemana tetap melanjutkan aksinya menuju kotak penalti sebelum bola akhirnya sampai kepada Krstovic yang sukses mencetak gol.
Situasi ini sempat membuat wasit Gianluca Manganiello terlihat ragu dalam mengambil keputusan. Ia sempat mengangkat peluit seolah akan menghentikan permainan, tetapi kemudian memilih membiarkan pertandingan tetap berjalan. Teknologi VAR juga digunakan untuk meninjau insiden tersebut dan hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada pelanggaran yang cukup kuat untuk membatalkan gol.
Keputusan tersebut langsung memicu kemarahan dari bangku cadangan Inter Milan. Pelatih Cristian Chivu terlihat sangat emosional karena merasa timnya dirugikan oleh keputusan wasit. Ia melayangkan protes keras dari pinggir lapangan dan terus menunjukkan ketidakpuasannya terhadap keputusan tersebut.
Awalnya, wasit hanya memberikan kartu kuning kepada Chivu sebagai peringatan agar ia menghentikan protesnya. Namun sang pelatih tetap melanjutkan protes dengan gestur yang semakin intens. Situasi ini membuat wasit akhirnya mengambil keputusan tegas dengan mengeluarkan kartu merah kepada Chivu.
Pengusiran tersebut menjadi momen dramatis dalam pertandingan yang sudah berlangsung panas sejak gol penyeimbang Atalanta. Tanpa kehadiran sang pelatih di sisi lapangan, Inter harus menyelesaikan sisa pertandingan dengan suasana yang kurang kondusif.
Kartu merah tersebut juga berdampak pada pertandingan berikutnya. Cristian Chivu dipastikan tidak dapat mendampingi Inter Milan dari pinggir lapangan ketika mereka menghadapi ACF Fiorentina pada laga selanjutnya. Absennya pelatih utama tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Inter yang sedang berusaha menjaga konsistensi mereka dalam persaingan papan atas Serie A musim ini.
