Persita Tangerang Menjaga Momentum Positif di Kandang

Hobi Bola – Duel pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 mempertemukan Persita Tangerang melawan Borneo FC Samarinda di Stadion Indomilk Arena, Jumat (9/1/2026). Bermain di hadapan pendukung sendiri, Persita tampil percaya diri sejak menit awal dan menunjukkan determinasi tinggi untuk mempertahankan tren kemenangan yang telah mereka bangun dalam beberapa pekan terakhir. Tekanan yang konsisten dan organisasi permainan yang rapi membuat tuan rumah mampu mengendalikan ritme pertandingan sejak awal laga.

Kemenangan 2-0 yang diraih Pendekar Cisadane bukan sekadar tambahan tiga poin, tetapi juga penegasan status mereka sebagai salah satu tim paling stabil di paruh pertama musim BRI Super League 2025/2026. Hasil ini memperpanjang rekor kemenangan beruntun Persita menjadi empat laga, sekaligus mengangkat posisi mereka ke papan atas klasemen sementara. Konsistensi ini menjadi modal penting bagi Persita untuk terus bersaing dengan tim-tim elite liga.

Gol Cepat yang Mengubah Arah Pertandingan

Persita langsung membuka keunggulan saat laga baru berjalan empat menit. Serangan cepat yang dibangun dari lini tengah berbuah peluang emas setelah sepakan Eber Bessa ditepis kiper lawan. Bola muntah kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh Hokky Caraka, yang menunjukkan kedewasaan bermain dengan memilih memberikan umpan pendek kepada Javlon Guseynov. Tanpa ragu, Guseynov menuntaskan peluang tersebut menjadi gol pembuka yang menggetarkan stadion.

Pesepak bola Persita Tangerang Royco Rodrigues (kedua kanan) berebut bola dengan pesepak bola Kuching City FC Moses Etede (tengah) pada pertandingan persahabatan di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (27/7/2025). Pertandingan yang digelar dalam rangka peluncuran tim dan jersei Persita Tangerang menjelang Super League 2025/206 tersebut dimenangkan Persita Tangerang dengan skor 2-1. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.

Gol cepat ini berdampak besar terhadap jalannya laga. Persita tampil semakin tenang dalam menguasai bola, sementara Borneo FC dipaksa keluar dari rencana permainan awal mereka. Tim tamu mencoba merespons melalui peningkatan intensitas serangan, namun lini pertahanan Persita tampil disiplin dan mampu meredam setiap upaya yang datang. Keunggulan dini membuat Pendekar Cisadane lebih leluasa mengatur tempo dan menunggu celah untuk kembali menyerang.

Simak Juga : Persija Jakarta Fokus Penuh Awali Tahun dengan Target Tiga Poin

Upaya Pesut Etam yang Tak Berbuah Hasil

Borneo FC berusaha bangkit dan mencari gol penyeimbang. Pada menit-menit awal, mereka sempat memperoleh peluang melalui pergerakan cepat dari lini depan, tetapi solidnya pertahanan Persita menggagalkan upaya tersebut. Kiper Igor Rodrigues tampil sigap dalam membaca arah bola, sementara barisan bek dengan disiplin menutup ruang tembak para penyerang lawan.

Menjelang akhir babak pertama, Borneo FC kembali mengancam lewat tembakan jarak menengah Juan Villa. Sayangnya, bola masih dengan mudah diamankan oleh Igor Rodrigues. Di sisi lain, Persita juga memiliki beberapa peluang tambahan, termasuk percobaan Hokky Caraka yang berhasil diblok sebelum mencapai sasaran. Hingga turun minum, skor 1-0 tetap bertahan untuk keunggulan tuan rumah.

Babak Kedua dan Penalti Penentu Kemenangan

Memasuki paruh kedua, Borneo FC meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Namun, Persita justru tampil lebih agresif dalam memanfaatkan ruang kosong di lini belakang lawan. Eber Bessa menjadi motor serangan utama dengan visi bermain dan akurasi umpan yang kerap merepotkan pertahanan Pesut Etam, meski namanya belum tercatat di papan skor.

Kepastian kemenangan Persita datang pada menit ke-86 melalui eksekusi penalti Aleksa Andrejic. Tendangan tenang Andrejic mengelabui Nadeo Argawinata dan memastikan skor berubah menjadi 2-0. Gol ini sekaligus mematikan harapan Borneo FC untuk membawa pulang poin dari Tangerang.

Dampak Hasil Pertandingan bagi Klasemen

Kekalahan ini membuat posisi Borneo FC di puncak klasemen sementara menjadi tidak sepenuhnya aman. Dengan koleksi 37 poin dari 17 pertandingan, mereka kini hanya unggul tipis dari pesaing terdekat, termasuk Persija Jakarta yang masih memiliki satu laga tunda. Tekanan di papan atas klasemen pun semakin ketat seiring berjalannya kompetisi.

Bagi Persita, tambahan tiga poin membawa mereka mengoleksi 31 poin dan bertengger di peringkat lima. Lebih dari sekadar posisi, kemenangan ini mencerminkan kematangan permainan dan kepercayaan diri tim. Pendekar Cisadane menunjukkan bahwa mereka bukan hanya kuat di kandang, tetapi juga layak diperhitungkan sebagai penantang serius di sisa musim BRI Super League 2025/2026.