Strategi Gattuso dan Misi Italia ke Piala Dunia 2026

Dunia, Trending79 Views

Hobi Bola – Strategi Gattuso membawa pendekatan yang relatif berani dengan menghidupkan kembali skema dua penyerang murni. Ia menilai Italia membutuhkan daya dobrak yang lebih konsisten, terutama saat menghadapi lawan yang bermain bertahan rapat. Skema ini dirancang untuk memaksimalkan pergerakan di kotak penalti sekaligus membuka ruang bagi gelandang serang yang datang dari lini kedua.

Pendekatan tersebut bukan sekadar perubahan formasi, melainkan bagian dari strategi Gattuso yang berlandaskan filosofi permainan berintensitas tinggi. Ia menginginkan tekanan sejak area pertahanan lawan, transisi cepat, serta penyelesaian akhir yang klinis di sepertiga akhir lapangan. Dengan penerapan dua penyerang, Italia diharapkan tidak lagi bergantung pada satu sumber gol, melainkan mampu menghadirkan variasi serangan yang lebih kaya dan sulit diantisipasi lawan.

Dalam praktiknya, sistem ini membuat Italia lebih agresif sejak menit awal. Aliran bola diarahkan untuk mempercepat progresi ke sepertiga akhir, sementara sayap diminta aktif mengirimkan umpan silang maupun cut-back. Gattuso percaya bahwa dominasi wilayah harus diimbangi dengan jumlah pemain yang cukup di area berbahaya.

Rekam Jejak Italia di Kualifikasi Zona Eropa

Perjalanan Italia di fase kualifikasi tidak sepenuhnya mulus. Gli Azzurri harus puas finis di posisi kedua grup, tertinggal dari Norwegia yang tampil konsisten. Dua kekalahan dari tim Skandinavia tersebut menjadi noda yang memaksa Italia kembali menempuh jalur play-off.

Meski mengoleksi enam kemenangan dari delapan laga dan mengumpulkan 18 poin, hasil tersebut belum cukup untuk mengamankan tiket otomatis. Kekalahan telak pada laga pembuka serta pertemuan berikutnya melawan Norwegia menjadi pelajaran pahit, terutama karena Italia kesulitan meredam agresivitas lawan dan transisi cepat mereka.

Di sisi lain, kemenangan-kemenangan yang diraih Italia menunjukkan potensi besar. Mayoritas laga dimenangkan dengan margin meyakinkan, menandakan bahwa kualitas skuad sebenarnya tidak diragukan. Tantangannya terletak pada konsistensi dan ketahanan mental ketika menghadapi tekanan tinggi.

Simak Juga : Inggris Tantang Uruguay Jepang, Sinyal Serius Menuju 2026

Duet Retegui dan Kean Jadi Tumpuan

Gattuso paling sering mempercayakan ujung tombak kepada kombinasi Mateo Retegui dan Moise Kean. Keduanya dianggap saling melengkapi, dengan Retegui berperan sebagai target man yang kuat dalam duel udara, sementara Kean unggul dalam kecepatan dan penetrasi dari sisi dalam.

Efektivitas duet ini tercermin dari catatan hasil. Dalam enam laga ketika Gattuso konsisten menggunakan dua striker tersebut, Italia mampu meraih lima kemenangan. Produktivitas gol pun meningkat, dengan tim hampir selalu mencetak setidaknya dua gol per pertandingan.

Kontribusi mereka tidak hanya soal mencetak gol. Pergerakan tanpa bola, kemampuan menarik bek lawan, serta kerja sama jarak dekat memberi dampak positif bagi pemain lain. Gelandang dan sayap mendapatkan lebih banyak opsi, sehingga pola serangan Italia menjadi lebih variatif dan sulit ditebak.

Tantangan Play-off dan Tekanan Sejarah

Babak play-off kembali menghadirkan ujian mental bagi Italia. Mereka dijadwalkan menghadapi Irlandia Utara, sebelum berpotensi bertemu pemenang laga Wales melawan Bosnia-Herzegovina. Jalur ini menuntut fokus penuh karena satu kesalahan bisa berakibat fatal.

Tekanan sejarah juga membayangi Gli Azzurri. Setelah era kejayaan yang dipimpin figur legendaris seperti Gianluigi Buffon, Italia justru absen dari dua edisi Piala Dunia terakhir. Kenangan pahit itu menjadi beban sekaligus motivasi untuk bangkit.

Gattuso menyadari bahwa kualitas teknis saja tidak cukup. Ia menekankan pentingnya determinasi, kedisiplinan taktik, dan keberanian mengambil risiko di momen krusial. Dengan pendekatan ini, Italia berharap bisa memutus tren negatif dan membuka lembaran baru di panggung sepak bola dunia.