Hobi Bola – Como kembali menorehkan tinta emas dalam perjalanan mereka di Coppa Italia. Di bawah komando Cesc Fabregas, klub yang lama berkutat di kasta bawah sepak bola Italia itu berhasil melangkah ke semifinal untuk pertama kalinya sejak 1986. Kepastian tersebut diraih setelah mereka menyingkirkan Napoli melalui drama adu penalti dengan skor 7–6 di Stadion Diego Armando Maradona. Sebuah hasil yang langsung mengubah cara publik memandang Como sebagai kekuatan baru yang tidak bisa lagi diremehkan.
Keberhasilan itu bukan sekadar kejutan sesaat. Di balik kemenangan dramatis tersebut, terlihat fondasi permainan yang matang dan keberanian dalam menghadapi tekanan pertandingan besar. Fabregas, yang masih tergolong muda sebagai pelatih, menunjukkan kedewasaan taktik serta kemampuan membaca pertandingan di momen-momen krusial. Ia membuktikan bahwa reputasinya sebagai mantan gelandang elite Eropa kini mulai menemukan bentuk baru di pinggir lapangan, membawa identitas permainan yang jelas dan terstruktur.
Fondasi Proyek dan Dukungan Investor
Transformasi Como tidak berdiri sendiri tanpa dukungan manajemen yang solid. Masuknya Hartono Bersaudara sebagai investor memberikan stabilitas finansial yang sangat dibutuhkan untuk membangun proyek jangka panjang. Dengan sumber daya yang lebih kuat, klub mampu memperbaiki infrastruktur, meningkatkan kualitas fasilitas latihan, serta merekrut pemain yang sesuai dengan kebutuhan taktik pelatih.
Sinergi antara visi manajemen dan pendekatan modern Fabregas menjadi kunci perkembangan pesat Como. Dukungan finansial tersebut tidak hanya digunakan untuk belanja pemain, tetapi juga untuk menciptakan sistem kerja profesional yang menopang konsistensi tim. Hal ini membuat Como berkembang secara terukur, bukan sekadar mengandalkan euforia promosi atau hasil sesaat.
Dari Promosi Menuju Kompetisi Elite
Perjalanan Fabregas bersama Como dimulai tidak lama setelah ia memutuskan gantung sepatu. Pada 1 Juli 2023, ia dipercaya menangani tim U-19 dan tim B, sembari menyelesaikan lisensi UEFA A yang menjadi bekal awal karier kepelatihannya. Penunjukan itu awalnya dipandang sebagai langkah transisi, namun menjadi pondasi penting dalam memahami kultur klub dan membangun filosofi permainan dari level dasar.
Momentum besar hadir pada November 2023 ketika manajemen memutuskan berpisah dengan Moreno Longo. Dalam situasi yang membutuhkan stabilitas, Fabregas dipercaya menjadi pelatih interim tim utama meskipun belum mengantongi lisensi UEFA Pro. Ia mendapatkan dispensasi khusus untuk memimpin tim selama satu bulan, periode yang kemudian menjadi awal perubahan signifikan dalam arah permainan dan mentalitas skuad utama.
Musim 2023/2024 berakhir dengan capaian mengesankan. Pada 10 Mei 2024, Como memastikan promosi otomatis ke Serie A setelah finis sebagai runner-up Serie B. Keberhasilan tersebut menandai kebangkitan klub dan memperlihatkan efektivitas pendekatan taktik yang diterapkan Fabregas dalam kompetisi panjang yang penuh tekanan.
Simak Juga : Fikayo Tomori Kembali Menjadi Pilar Pertahanan Milan
Adaptasi di Serie A dan Titik Balik Penting
Memasuki Serie A, Como menghadapi realitas baru yang jauh lebih menantang. Mereka sempat bermain imbang 1–1 melawan Sampdoria di Coppa Italia sebelum tersingkir lewat adu penalti, lalu kalah 0–3 dari Juventus pada pekan pembuka liga. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa adaptasi di level tertinggi membutuhkan waktu dan ketahanan mental yang kuat.
Namun kemenangan 3–2 atas Atalanta di pekan kelima menjadi titik balik yang menentukan. Laga tersebut memperlihatkan karakter tim yang tidak mudah goyah. Keberanian menyerang, transisi cepat, serta organisasi pertahanan yang semakin solid menjadi sinyal bahwa Como mulai menemukan ritme permainan yang sesuai dengan tuntutan Serie A.
Konsistensi, Kepercayaan Diri, dan Sejarah Baru
Performa Como terus menunjukkan perkembangan nyata sepanjang musim. Pada 19 Oktober 2025, mereka mencatat kemenangan 2–0 atas Juventus di Stadion Giuseppe Sinigaglia, hasil yang terasa istimewa karena menjadi kemenangan pertama atas klub tersebut sejak 1952. Lebih dari sekadar tiga poin, kemenangan itu memperkuat rasa percaya diri dan keyakinan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim elite.
Memasuki pekan ke-24 Serie A musim 2025/2026, Como menempati posisi keenam klasemen sementara dan bersaing dengan klub-klub mapan Italia. Stabilitas permainan dan disiplin taktik menjadi ciri khas tim asuhan Fabregas. Para pemain tampil lebih matang dalam membaca situasi pertandingan, efisien dalam memanfaatkan peluang, serta konsisten menjaga intensitas sepanjang laga.
Legitimasi Proyek Ambisius Fabregas
Pencapaian terbaru di Coppa Italia kembali menegaskan arah positif proyek ini. Menyingkirkan Napoli melalui adu penalti di kandang lawan menunjukkan ketenangan mental sekaligus kesiapan strategi dalam pertandingan bertekanan tinggi. Lolos ke semifinal setelah hampir empat dekade menjadi simbol kebangkitan yang nyata.
Bagi Fabregas, keberhasilan tersebut bukan hanya soal hasil di papan skor, melainkan legitimasi atas pendekatan jangka panjang yang ia bangun sejak awal. Como kini tidak lagi dipandang sebagai tim promosi yang sekadar bertahan, tetapi sebagai kontestan serius yang memiliki identitas jelas dan ambisi untuk terus berkembang di level tertinggi sepak bola Italia.
