Hobi Bola – Kedatangan Ruben Amorim sebagai manajer Manchester United menghadirkan pendekatan baru dalam membangun tim. Salah satu pemain yang langsung mendapat kepercayaan penuh darinya adalah Matheus Cunha. Amorim menilai Cunha bukan sekadar rekrutan mahal, melainkan pemain dengan potensi besar yang masih bisa dikembangkan lebih jauh di lingkungan kompetitif Liga Inggris.
Menurut Amorim, tekanan di klub besar seperti Manchester United sangat berbeda dibandingkan klub sebelumnya. Ia memahami bahwa Cunha sempat terbebani oleh minimnya gol dan sorotan publik, terutama di media sosial. Meski demikian, Amorim menegaskan bahwa kontribusi Cunha tidak hanya diukur dari angka, melainkan dari pengaruhnya terhadap dinamika permainan tim secara keseluruhan.
Rekam Jejak Cunha dan Pengakuan dari Lawan
Sebelum mengenakan seragam Manchester United, Cunha dikenal sebagai sosok penting di Wolverhampton Wanderers. Sepanjang musim terakhirnya bersama Wolves, ia mencatatkan 17 gol di berbagai kompetisi, sebuah pencapaian yang menunjukkan konsistensi dan ketajamannya sebagai penyerang. Catatan tersebut menjadi bukti bahwa Cunha telah berkembang menjadi pemain yang mampu diandalkan di level tertinggi.
Kualitas Cunha juga mendapat pengakuan dari pihak luar. Pelatih Liverpool, Arne Slot, pernah menyatakan bahwa Cunha memiliki kapasitas untuk bermain di klub enam besar mana pun. Pujian ini mempertegas reputasi Cunha sebagai penyerang yang telah matang dan siap bersaing di papan atas.
Perekrutan Prioritas Pasca Kekecewaan Final
Kekalahan Manchester United dari Tottenham Hotspur di final Liga Europa musim lalu menjadi titik balik bagi Amorim. Kekecewaan tersebut mendorongnya untuk segera menyusun rencana perbaikan skuad, dengan fokus utama pada penguatan lini depan. Dalam proses itu, Cunha muncul sebagai target prioritas yang dianggap mampu memberikan dampak instan.
Meskipun Cunha baru saja menandatangani kontrak baru bersama Wolves, adanya klausul pelepasan membuka peluang bagi Manchester United. Klub akhirnya menebus klausul tersebut dengan nilai 62,5 juta pounds, menegaskan keseriusan manajemen dalam mendukung visi dan rencana jangka panjang Amorim.
Obrolan Terowongan yang Menjadi Awal
Proses perekrutan Cunha tidak hanya berlangsung di meja negosiasi, tetapi juga melalui pendekatan personal. Setelah Wolves menang di Old Trafford, Amorim sempat berbincang singkat dengan Cunha di terowongan stadion. Dalam percakapan tersebut, Amorim menanyakan kesan sang pemain terhadap atmosfer stadion dan tekanan bermain di hadapan publik besar.
Interaksi singkat itu meninggalkan kesan mendalam. Amorim kemudian menyampaikan pandangannya kepada dewan direksi, menekankan karakter kuat Cunha serta kemampuannya beradaptasi dengan berbagai tuntutan taktis. Pendekatan personal ini menjadi salah satu faktor yang memperlancar proses transfer.
Penyerang Modern dengan Fleksibilitas Tinggi
Sejak resmi bergabung, Cunha cepat menyatu dengan sistem permainan Manchester United. Ia mampu bermain di beberapa posisi di lini depan, memberikan fleksibilitas yang sangat dibutuhkan dalam sepak bola modern. Pergerakannya yang aktif, kemampuan membuka ruang, serta ketajaman dalam penyelesaian akhir membuatnya menjadi elemen penting dalam skema Amorim.
Penilaian positif juga datang dari legenda klub, Roy Keane. Dalam analisisnya di Sky Sports, Keane menilai Cunha bukan sekadar pemain potensial, melainkan penyerang hebat yang sudah matang. Pandangan tersebut semakin menegaskan bahwa Cunha dipandang sebagai sosok pembeda yang mampu tampil menentukan dalam pertandingan besar.
Simak Juga : Duel City Ground: Nottingham Forest Tantang Manchester City
