Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia ke Panggung Internasional

Hobi Bola – Tim Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia kembali menorehkan langkah penting di kancah internasional dengan mengikuti International Challenge Cup 2026 yang digelar di Tokyo, Jepang. Turnamen ini menjadi ajang pembuktian konsistensi Indonesia dalam mengembangkan sepak bola amputasi, sekaligus membuka ruang kompetisi dengan negara-negara yang memiliki tradisi kuat di cabang olahraga tersebut. Keikutsertaan ini bukan hanya tentang hasil pertandingan, tetapi juga tentang membawa pesan inklusivitas dan semangat pantang menyerah ke level global.

Rombongan tim telah tiba di Jepang pada 14 Januari 2026 petang waktu setempat melalui Terminal 2 Bandara Haneda. Kedatangan tersebut menandai dimulainya rangkaian persiapan akhir sebelum pertandingan resmi dimulai. Atmosfer optimisme menyertai langkah para pemain, pelatih, dan ofisial yang membawa harapan besar dari masyarakat Indonesia.

Sambutan KBRI dan Dukungan Diaspora Indonesia

Setibanya di Tokyo, Tim Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia mendapatkan sambutan langsung dari Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula. Kehadiran perwakilan KBRI ini menjadi simbol dukungan negara terhadap perjuangan para atlet yang akan berlaga membawa nama Indonesia. Sambutan tersebut juga memperlihatkan perhatian diplomasi Indonesia terhadap olahraga disabilitas sebagai bagian dari soft power bangsa.

Dalam pernyataannya, Muhammad Al Aula menekankan pentingnya menjaga semangat kompetitif sekaligus nilai fair play. Menurutnya, kemenangan memang menjadi target, namun sikap sportif dan etika bertanding merupakan cerminan karakter bangsa. Dukungan penuh dari KBRI Tokyo dan warga Indonesia di Jepang diharapkan mampu menambah motivasi pemain selama mengikuti turnamen.

Jadwal Pertandingan dan Tantangan di ICC 2026 Tokyo

International Challenge Cup 2026 akan berlangsung pada 16–18 Januari 2026 di Komazawa Olympic Park General Sports Ground, Athletics Stadium. Turnamen ini mempertemukan Indonesia dengan tim-tim kuat seperti Jepang, Polandia, dan Spanyol. Pada hari pertama, Indonesia langsung menghadapi tuan rumah Jepang, sebuah laga yang diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua tim sudah saling mengenal karakter permainan masing-masing.

Pertandingan selanjutnya menghadapkan Indonesia dengan Polandia dan Spanyol, dua tim yang baru pertama kali ditemui oleh skuad Merah Putih. Tantangan ini memberikan pengalaman baru sekaligus tolok ukur sejauh mana perkembangan sepak bola amputasi Indonesia dibandingkan dengan kekuatan Eropa. Setiap laga menjadi kesempatan belajar sekaligus ajang menunjukkan kualitas permainan.

Simak Juga : Bojan Hodak: Menang atas Persija Seperti Final Liga Panas

Kesiapan Tim dan Target Prestasi

Ketua Umum Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Indonesia, Yudi Yahya, memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi fisik dan mental yang optimal. Ia menyampaikan keyakinan bahwa persiapan yang matang dan kedisiplinan latihan menjadi modal utama untuk bersaing di turnamen ini. Target minimal sebagai runner-up menunjukkan optimisme realistis yang dibangun berdasarkan evaluasi kemampuan tim.

Kapten tim, Aditya, juga menyuarakan kesiapan seluruh pemain menghadapi berbagai situasi di lapangan. Ia menegaskan bahwa arahan pelatih dan strategi tim akan dijalankan dengan penuh komitmen. Bagi para pemain, menghadapi Polandia dan Spanyol bukan sekadar pertandingan, melainkan pengalaman berharga yang akan memperkaya jam terbang internasional mereka.

Sekilas Tentang Sepak Bola Amputasi

Sepak bola amputasi merupakan olahraga yang dimainkan dengan format tujuh lawan tujuh oleh atlet dengan amputasi anggota tubuh atas atau bawah. Permainan ini berawal dari gagasan Don Bennett pada era 1980-an di Amerika Serikat dan berkembang pesat sebagai bagian dari program rehabilitasi. Seiring waktu, olahraga ini tumbuh menjadi cabang kompetitif dengan turnamen internasional yang rutin digelar.

Keunikan sepak bola amputasi terletak pada kesederhanaan peralatannya. Para pemain menggunakan alat bantu yang biasa dipakai dalam kehidupan sehari-hari, seperti kruk Lofstrand, tanpa perlengkapan khusus tambahan. Hal ini menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi, melainkan tantangan yang bisa diatasi dengan disiplin dan semangat juang.

Komposisi Pemain Tim Nasional

Skuad Tim Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia di ICC 2026 diisi oleh pemain-pemain yang telah melalui seleksi dan pembinaan berkelanjutan. Nama-nama seperti Aditya, Ajis Pirmansyah, Agung Rizki Satria, Sahata Sianturi, hingga Rahmad Yusuf menjadi bagian dari tim yang siap berjuang. Keberagaman latar belakang para pemain justru menjadi kekuatan, karena menyatukan pengalaman dan karakter permainan yang saling melengkapi.

Dengan persiapan matang, dukungan penuh dari perwakilan Indonesia di Jepang, serta semangat kolektif para pemain, keikutsertaan Indonesia di International Challenge Cup 2026 Tokyo diharapkan mampu memberikan hasil positif sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta sepak bola amputasi dunia.

banner 336x280

News Feed