Hobi Bola – Laga pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 mempertemukan Arema FC dan Semen Padang FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu sore (15/2/2026). Bermain di hadapan publik sendiri, Singo Edan menunjukkan dominasi penuh sejak menit awal hingga peluit panjang berbunyi. Pertandingan ini menjadi panggung bagi efektivitas serangan Arema yang berhasil menundukkan Kabau Sirah dengan skor telak 3-0.
Kemenangan tersebut membuat Arema semakin percaya diri dalam persaingan papan tengah klasemen. Tambahan tiga poin membawa tim kebanggaan Malang itu mengoleksi 30 angka dari 21 pertandingan dan menempati posisi kedelapan. Di sisi lain, Semen Padang harus menerima kenyataan pahit karena tetap tertahan di zona degradasi dengan 15 poin dari jumlah laga yang sama, situasi yang semakin menekan mereka untuk segera bangkit pada pekan-pekan berikutnya.
Jalannya Babak Pertama: Ketegangan dan Gol Pembuka
Pertandingan dimulai dengan tempo sedang, namun Semen Padang sempat memberikan ancaman lebih dulu. Pada menit ke-10, Kianz Froese melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti setelah menemukan sedikit ruang. Sayangnya, upaya tersebut masih terlalu lemah dan mudah diamankan kiper Arema, Adi Satryo. Peluang itu menjadi sinyal bahwa tim tamu tidak datang sekadar bertahan.

Arema kemudian merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Beberapa kali kombinasi lini tengah mencoba membongkar pertahanan lawan, tetapi belum membuahkan hasil dalam 20 menit pertama. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-29 ketika Joel Vinicius memanfaatkan umpan matang dari Gustavo Franca. Tanpa ragu, sang penyerang melepaskan penyelesaian klinis yang gagal diantisipasi Rendy Oscario. Gol tersebut mengubah dinamika pertandingan dan membuat Arema tampil semakin percaya diri.
Memasuki menit ke-35, Joel Vinicius hampir saja menggandakan keunggulan. Ia mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti, namun bola hasil sepakan kerasnya melenceng tipis dari tiang gawang. Hingga turun minum, Semen Padang kesulitan keluar dari tekanan. Tambahan waktu empat menit tidak mampu mereka manfaatkan untuk menyamakan kedudukan, sehingga skor 1-0 bertahan hingga jeda.
Simak Juga : Bali United Siap Bangkit di Paruh Kedua BRI Super League
Babak Kedua: Efektivitas Serangan Singo Edan
Memasuki paruh kedua, Semen Padang mencoba bermain lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan. Namun, strategi tersebut justru memberi ruang bagi Arema untuk melancarkan serangan balik cepat. Pada menit ke-52, Gustavo Franca mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan dari Gabriel Silva dalam posisi tanpa kawalan. Eksekusinya yang terarah membuat skor berubah menjadi 2-0.
Enam menit berselang, Joel Vinicius kembali menunjukkan ketajamannya. Ia memanfaatkan kelengahan lini belakang Semen Padang dengan melakukan pergerakan cerdas sebelum berhadapan langsung dengan penjaga gawang. Penyelesaian akhirnya begitu tenang dan memastikan keunggulan tiga gol bagi Arema. Gol tersebut sekaligus menjadi brace bagi sang penyerang dalam pertandingan ini.

Setelah unggul nyaman, Arema tetap mempertahankan tekanan. Beberapa peluang tambahan tercipta, meskipun tidak ada lagi gol yang lahir hingga menit-menit akhir. Semen Padang berusaha memperkecil ketertinggalan, tetapi solidnya pertahanan tuan rumah membuat mereka tak mampu mencetak gol balasan. Skor 3-0 pun menjadi hasil akhir laga tersebut.
Faktor Kunci Kemenangan Arema
Performa gemilang Arema dalam pertandingan ini tidak lepas dari beberapa aspek penting yang membuat mereka tampil dominan sepanjang laga.
Ketajaman lini depan menjadi pembeda utama. Joel Vinicius tampil sebagai ujung tombak yang efektif dengan dua gol yang dicetaknya, sementara Gustavo Franca tak hanya menyumbang satu gol tetapi juga satu assist. Kombinasi keduanya menjadi ancaman konstan bagi pertahanan Semen Padang.
Soliditas lini belakang juga patut mendapat apresiasi. Adi Satryo mampu menjaga konsentrasi dan mengamankan peluang berbahaya lawan di awal pertandingan. Koordinasi antarbek membuat Semen Padang kesulitan mengembangkan permainan, terutama saat mencoba membangun serangan dari sisi sayap.
Selain itu, transisi permainan Arema berjalan sangat rapi. Ketika kehilangan bola, mereka cepat melakukan pressing untuk merebut kembali penguasaan. Saat menyerang, distribusi bola dari lini tengah ke lini depan berlangsung efektif, sehingga peluang yang tercipta benar-benar berkualitas.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Arema untuk menjaga konsistensi di sisa musim. Sementara bagi Semen Padang, kekalahan telak ini menjadi peringatan keras bahwa perbaikan di semua lini mutlak diperlukan apabila ingin keluar dari tekanan zona degradasi di BRI Super League musim ini.
















